Posts

I Miss Chris Again

“Can you be less sensitive?” “I can’t” “How about trying this dose of chocolat and see if it works.” “Works what?” “Calming you down.” Found myself lamenting this past life. Sitting by the window, as I was watching the grey world outside, and the sudden pang in my heart. “Like a brick in my stomach.” Sometimes I catch a glimpse of memory. The sensation when he bent down and kissed my cheek. I instantly would feel warm and fuzzy inside. And then, it hit me like a brick in my stomach. Like he used to say. It didn’t make much sense back then. But here I am, not making any sense, after three whole years. Has it been that long? It felt even longer. Nowadays, sometimes, I could see him sitting next to me, staring at me like he used to do. Smiling. Looking forlorn. I know he must’ve had found someone else. We both are moving on. And I know he knows this too. I know that sometimes, he too could see me next to him, staring at him. Looking forlorn. And I know that we both know, we’d close our e...

Good Ole Jakartan Hospitality

Image
Kesempatan pertama naik baswei datang waktu gue disuruh dateng ke sebuah pembukaan pameran Selasa malem kemaren Dari kantor di Kedoya gue nebeng Pak Edy tapi terus turun di bawah jalan protokol dan gue jalan kaki nyari halte baswei. Tapi o la la kenapa tutup ya? Tepikir sama gue naek teksi aja soalnya kata cunguk, deket ini. Lagian cuma tinggal ikutin lurus, deket Monyas. Nggak bakalan nyasar. Tapi duit gue tinggal 25 ribu satu-satunya... Bisa modar kalo salah. Ya udin nyari atm dulu aja. Abis itu bengong lagi di trotoar, ngitungin Kopaja dan bes lewat. Gara-gara capek ngitung gue nanya ke mbak-mbak. Yang berdiri di sebelah gue. "Mbak saya maw ke Monyas. Nek apa ye?" Mbak-mbak mengernyit. "Ya saya dikasih taunya juga getu. Tapi yang itu tutup tuh" kata gue sambil nunjuk ke shelter di tengah jalan. Dilanjutkan dengan nanya mending gue naik dari shelter sebelumnya atau sesudahnya aja. Atau apa ada alternatif lain: kopaja, bes, bajai, teksi, apa lah. Mbak-...

004

Jakarta: Trefik Sampe Modars! Perjalanan menuju Kantor sebetulnya berjarak dekat saja. Tapi lama karena rute yang muter-muter dan macet yang nggak beraturan. Pada suatu Jumat pagi, gue berangkat awal ke kantor dan mengalami tertawa histeris di Grogol akibat genangan air yang cukup aduhai di jembatan penyeberangan depan Citraland. Berhubung selalu berseragam lintas alam, gue bisa dengan masih ngikik histeris mengarungi banjir setengah betis itu. Bencana susulan kedua adalah tiadanya angkot B14 yang biasa gue tumpangin dari belakang Citraland. Gue sampe nelpon Cecunguk Purba dan dikasi tau bahwa mendingan ngojek ajalah 20 ribu. Pas abis telpon ditutup muncul B14. SERBUUUU.... toh tengah jalan gue turun akibat macetnya lebih macet daripada macet. Dengan pasrah gue ngojek. Dan muter-muter. Dan menyaksikan adanya banjir yang setengah paha gue... weks kalo mengarungi itu sih baju lintas alam gue so pasti bakalan basah juga beserta ransel gue kecuali dipanggul di atas kepala sambil gu...

003

Jurang Komunikasi Yang Dalam Intip ini dulu deh Tadinya gue gak tau siapa yang nulis. Ternyata.... Gue berusaha memahami kenapa gue kesel setengah mati mendengar istilah "Sastra Selangkang" Setelah dipuja-puja sebagai "Sastra Wangi" yang mana menurut gue masih sangat merendahkan, sekarang dihancurkan menjadi "Sastra Selangkang". Istilah itu sangat mengganggu. Pidato kebudayaan Taufik ini memang banyak menuai kritik, pujian dan juga hujatan. Sama halnya waktu dia menulis TUHAN SEMBILAN SENTI . Tapi buat gue, Tuhan Sembilan Senti masih merupakan kritik yang bagus. Menyengat. Tapi masih pada tempatnya. Sedangkan tulisan ini...terutama yang menyinggung bagian sastra, sungguh sangat tidak adil menyimpulkan bahwa semua sastra generasi baru adalah sastra selangkang. Kalau itu memang adalah trend, atau suatu lingkaran setan yang nggak penting, nggak bisa langsung sembarang menuding, dong. Kaitan dan belitannya lebih rumit daripada rambut afro. Bagaiman...

Jalan Setapak Menuju Selebritas Sastra 5

Fiction of the Orient For the last three weeks, I always slept around 23:00 only to wake up at 01:00. This makes me sleepy during the day. VERY SLEEPY... So what did I do at those early hours when everyone was fast asleep? If I felt quite well, I'd sit in front of my baby and tried to work. Since I usually don't, I stayed in bed, and tried to fall asleep again by watching TV. Doesn't work. Obviously. Kadang gue nemu Startrek Enterprise, and constantly fell in love again with the series. (cuma herannya pas gue pengen nonton lagi, selalu nggak pernah nemu jamnya) Jam 4 pagi ada Ultraman, entah yang mana, di stasiun tipi yang ulang tahunnya butut kemaren itu. Lumayan buat hiburan. Kadang gue nemu serial polisi yang gue selalu lupa judulnya, dan yang main... *slurps* Donnie Wahlberg. Donnie was a NKOTB. He was hot then. He's still hot now. Dan kadang gue nemu film yang lumayan bagus. A coupla weeks ago I found a Japanese film. I was too drugged (and yet still can't sle...

Jamie on Indonesian TV

Image
Jamie akan muncul seminggu sekali di RCTI ! Jamie who?? JAMIE ADITYA!!! (and his wife here... oh heartbreak) Dia bakalan jadi juri Indonesian Idol 2007 . Oh blah, gue nggak pernah merhatiin acara beginian. Tapi tahun ini! Tahun Celeng Bakar ini! I get to see Jamie Aditya again on TV! HURAH! Halleluija! JAMIEEE!!!!

The IT of the Indonesian Literary World

Obi1 : I undermine most young writers writing "out of this world" stories Obi1 : because it's too imaginative Bunny : mungkin bisa di browse di MP sapa tau ada yang bikin previwenya Bunny : preview Bunny : yik Obi1 : gak ah, males Obi1 : I stick to the classics Obi1 : give me a hemingway telling a story about an old geezer and his fishing boat anytime This is absolutely true. I have been facing problems about handling the younger writers who came to klabnulis weekly meeting, wanting to be an instant literary-celebrity. I don’t know how to put it down gently to them: "First of all dear, it really would help if you really know how to spell in your own mother-tongue." So they write about their own sick selves (as in: teenagers) trying to break free from the coerced adult world, I don’t mind that. In fact, it’s a good story material. It’s a universal theme. Even J.K. Rowling explores it. And look at the money she's making. But to actually tell a story requires a...

002

Image
Sedang meriang. Sebetulnya sudah tahu sih bahwa hal yang suka gue lakuin itu bisa dikomersilkan. Tapi bahwa bisa sekomersil itu, tidak tahu, bahkan terpikirkan saja tidak. Untuk 12 kali pertemuan kelas menulis, sebuah lembaga berani mematok harga 2 juta. 2 juta rupiah! Jaminannya adalah draft novel yang tuntas dan bisa ditawarkan kepada penerbit. 2 juta rupiah per orang. Itu artinya sekitar 160ribu untuk satu kali pertemuan. Kalau kelas itu terisi lima orang saja... sudah berapa keuntungan yang diraup? Sementara itu gue dan temen-temen berjibakutai dan sering tekor buat ngurusin si bayi . Dan pas gue ke Bali juga, bule-bule itu bilang "You should get paid for your time." I know. Itu adalah yang paling realistis. Saya juga butuh makan. Tapi 160 ribu? Gue nggak tega. Hasil ngamen gue aja nggak sebanyak itu sekali-kalinya. Gila. Dan gue yakin ada tuh yang ambil program itu, yang 2 juta itu. Sinting. Banyak jalan menuju selebritas sastra. Salah satunya adalah membayar 2 juta. Ya ...

001

Image
Yihiii journal baru journal baru! Malam Tahun Baru dihabiskan dengan sakit! Demam bew bew bew.... menggigil di balik selimut. Gue belum bikin resolusi. Mungkin nanti. Belum dipikirkan sungguh-sungguh. Meneruskan yang dulu-dulu saja. Jalani Hidup Yang Pendek Sedapat Mungkin Tanpa Penyesalan Banyak Bersyukur simple toh? Narsis sementara ini jalan terus. Yeps dan OMG... lihat yang telah kuperbuat... I leaked my novel's first chapter online... hahaha... yah draft ketiga yang burok sangat. Sedikit-sedikit kulepas seperti balon. Terbang melayang-layang. Ada yang nyantol di plafon, ada yang kaburs lewat jendela. Gue curiga ini draft kesepuluhnya bakalan rombak total. Sepuluh??? Gue curiga draftnya bakalan lebih dari sepuluh. "Ayoh! Tidak ada kata telat untuk menyelesaikan!" Begitu sabda Mandosh. GANBARIMASU! BANZAI!

Bara the Cook

Image
Have you met my latest obsession? Bara Pattiradjawane cooks in the outdoor red t-shirt, grape colored jacket, and a stripe scarf he chops he stirs he blends Apple chocolate pie with loads of crumbles Oh my mouth waters over his cinnamon skin and the warm ginger smiles the chocolate sauce dripping on his lower lip hmmm Bara Minjem potonya dari Hot Bara

Dissing Out

Naturally, as an attention hungry monster, I joined an online circle, so I can reaped anonymous praises over my short pieces. This site is in Bahasa Indonesia. I've joined a similar circle in English years ago and have since partially abandoned hope to ever achieve being an excellent bilingual writer. The site is a bit more complicated than the one in English. It provides a point-based submission, and a comment box positioned for each story. The site doesn't have a forum for discussion. A good thing... or is it a bad thing... A guy, I confirmed about his gender identity, submitted his shorties there, and I being sometimes quite brilliant under the influence of caffeine, posted comments and points. He rewarded my comments with innecessary sentiments, and being somewhat short-fused, plus the fact he gave several of my stories low points and failed to provide adequate reasons to back up the low points, I blew my top. Thus, writing this as a retaliation, blindly ignoring the fac...

Stagnant Stagnant

Image
For the past week I had stopped smoking, hadn't stop drinking coffe, hadn't stop having kinky thoughts whenever certain objects triggered obscene ideas (which is virtually any object there is around me), had tried to stop complaining about this dan that for a nit while, had been chewing happydent gum which supposed to make my teeth brighter (cheeeseee!), had been falling asleep occasionally and wondered why my energy level drained so fast and didn't think it might be from my lack of excercise (bad Mirna, bad bad Mirna), had briefly learned the breathing technique the Pranayama to cool off myself (hey, neat) , had been sucking tons of vitamin C tablets, had attempted to pick up Vikram Seth I abandoned after a mere 20 pages (owrait! about 640 pages left now!), had maintained low temper quite succesfully through the so called ordeals of daily chores ( I told you, we should clean up this first before we did that and that...bleh ), had succesfully dealt with a sudden family fia...

Menurut Gue Sotosop Itu Penting dalam Blogging

Image
Mata saya pusing, hinggap di jendela, nenek sudah tua, bukan ini lagunya... Adoh, ini udah tengah malam dan gue pengen aja nulis yang gag penting matjam ini. Masa tadi gue blogwalking dan nemu situsnya orang Amerika yang percaya kalo dia pernah diculik sama Alien , dan kota tempat dia tinggal itu diincer sama sejenis konspirasi galaktika. Lha kok aneh banget sih ya. Gue sendiri sebage seorang pecinta science fiction, dari jaman SD udah suka banget sama serial macem startrek. Dulu tahun 90, RCTI punya itu serial diputernya selalu Rabu jam 11 malem... Sementara di hari minggu ada itu yang isinya soal perjalanan waktu kembali ke masa lalu tapi masuk ke badan orang lain... dombret, tadi gue inget judulnya kok sekarang pas mau gue ketik jadi lupa. Nah balik ke orang Amerika yang kurang beruntung itu, katanya dia sama temen-temennya diculik tahun 1991 dari lapangan gitu pas dia sama temen-temennya mabok-mabokan mau kenaikan kelas SMA. Mereka semua dibalikin sama alien dalam keadaan telenji ...

The Blogger Anyaran

Image
Sekitar pertengahan tahun ini, Mandosh , air mancur kebahagiaan gue itu mengatakan bahwa dia mau berhenti dari studio tempat dia kerja dan merintis karir jadi penulis. Kerjaan dia di studio itu dia rasa menghambat kerja dia nulis. Gue asli mangap . Saat itu gue iri sekaligus kagum pada Mandosh dan keberaniannya menempuh jalan yang sukar itu. Dan setelah memutuskan gue bakal balik dulu ke Surabaya, gue juga mangap. Kagum pada keberanian gue kembali ke sarang macan yang dulu gue mati-matian berusaha tinggalkan. Dan sekarang, setengah kalap setengah kalut, gue mencemplungkan diri dalam dunia kenarsisan di tingkat virtual dengan mengurusi bukan hanya 2, tetapi 4 blog. Dari lama udah banyak temen yang udah toel-toel supaya gue ikutan Multiply, tapi baru tiga pekan lalu gue masuk. Karena gaptek, nggak gue urus. Pada suatu malam, setelah tunggakan terjemah gue abis dan gue browsing-2 nggak jelas juntrungan, gue melirik itu Multiply... Gaptek beraat. Perlu waktu buat menguasai kecanggihan yang...

Happy Christmas Everybody!

Image
Natal = kelahiran Saya pernah dikasih tau sama temen saya yang estimewa , bahwa JC alias Isa yang diUrapi itu nggak lahir tanggal 25 Desember. Lantas saya juga rasanya pernah baca entah di mana bahwa di beberapa negara Eropa Timur, Amerika Selatan, dan Afrika, Natal dirayakan di bulan Januari, atau Maret, dan bahkan ada yang sekitar Juli atau Agustus. Lhah, yang lahir tanggal 25 Desember itu siapa? " Dionysius , itu kan hasil kesepakatan politis supaya orang Pagan bisa asimilasi sama Kristen jaman dulu banget," begitu kata temen saya. Tapi walaupun begitu, semangat perayaannya tetap sama saja. Introspeksi, berbuat baik dan berbagi, berkumpul dengan keluarga, ingat pada Yang Di Atas, lebih banyak bersyukur dan memberi, datang damai di bumi. Happy Christmas , Everybody !

Jack the Nong

Image
Kedekatan saya dengan Jack memang sedikit di luar batas kewajaran. Sudahlah saya bikin dia telanjang (masih pakai celana, sih), terus saya kasih dia nama panggilan JekJek Nong. Dia sebel sama saya. Apalagi waktu dia tau-tau ngelamar cewek yang nggak jelas juntrungannya. Saya ketawain abis dia, setelah dia nembak cewek itu buat nikah. "Jek Nong, itu cheesy dan corny banget gitu loh! Mana udah gitu lu langsung kabur pula!" catatan: Jek Nong ngelamar itu cewek pas di teras bandara Ngurah Rai. Begitu nembak, dia langsung masuk ke dalem, nggak pake nunggu ceweknya jawab. "Ayam kamu, Jek. Chicken! Dicampur sama Jagung sama Keju, enak buat dimakan!" Jek Nong cuma ketawa pait. Terus dia nyentil balik. "Eh, gimana tuh, your relationshit ?" Adoh! Kena telak. Satu sama. Padahal saya nggak pernah cerita langsung sama dia soal pria yang akhir-akhir ini sering saya kangenin, tapi susah banget ketemunya, yang kadang bikin saya seakan merana. "Jek, saya kan nggak c...

Jangan Kitik-kitik Naga Bobo

Image
Harry Potter buku tujuh masih ditulis . Ya ya... gue ngaku kalo gue Potterfilia. Judul buku terakhir sudah keluar. Harry Potter and the Deathly Hallows Tapi kapan bukunya cetak dan edar... masih jadi perdebatan. Yang jelas kalau mesti menunggu seribu tahun lagi, aku tetap meradang menerjang pedang di kiri keris di kanan ... Paling nggak gue udah lulus sebelum Harry ceritanya keluar dari Hogwarts.

Jalan Setapak Menuju Selebritas Sastra 4

Image
Bukan keranjingan hanya kenarsisan DUNAR

Jalan Setapak Menuju Selebritas Sastra 3

Image
Cerita ini sudah dibuat lama sekali. Kaleidoskop

Jalan Setapak Menuju Selebritas Sastra 2

Image
Satu lagi upload cerpen Lelaki Ruang Operasi