Posts

The Ring of Solomon Review

Image
The Ring of Solomon by Jonathan Stroud My rating: 5 of 5 stars This book was published after the Bartimaeus Trilogy and timeline-wise is a prequel to the trilogy. But it is also an excellent stand-alone book. So if you have yet read the Bartimaeus Trilogy, it is okay to read this. As with the trilogy, the book has the plot narrated by different characters along the way, with clear separation, but also with obvious change of tone in narration. The book had been translated to Bahasa Indonesia, but I haven't read the translation, so I cannot testify if the subtle change in the tone is translated too. I finished this book in the same week I finished reading Monstrous Regiment, and cute enough, it has several similar theme. Concealment, disguises, and people finding their true self and true potentials after a long journey. Asmira, in disguise, discovered her true self after arduous fight, and actually had not much problems to move on. She found that she is indeed born and trai...

The Monstrous Regiment Review

Image
Monstrous Regiment by Stephen Briggs My rating: 3 of 5 stars I borrowed the paperback from a friend and it took me several sitting throughout 3 weeks to finish it. Borogravia is in the midst of war, the country seems to always be at war due to being proud of their...pride. Into the last battle enters a group of new recruits that earned the title Monstrous Regiment. It is lead by a seasoned and well-known veteran of many, many, many wars, Sargeant Jackrum, and comprised of a troll, an igor, a vampire, and girls. Oh, and a nerd. The theme is a frequent of Pratchett, on how strong, reliable and badasses women are while men are generally only good at being man. Except for Commander Vimes, of course. It also nudges on politics and policies and the tendency of men to burn themselves by being...man. Another theme that seems to caught my attention the most because it has been a resonance of repeats in my personal life in the last few years, especially the month I read the book, is id...

Gigi Yang Coplok

Image
Tanggal 1 Januari 2017 anak saya bangun pagi lalu mengumumkan kalau giginya goyang. Hati saya rasanya mripil. Kok cepet banget. Ya tentu saja saya periksa, karena si monster kecil ini sama kayak monster besar, punya daya imajinasi yang ngarang gitu lah. Ternyata benar yang goyang adalah gigi seri bawah, gigi yang pertama tumbuh waktu dia umur 8 bulanan. Sebetulnya sudah dari seminggu sebelumnya dia bilang giginya goyang, tapi waktu itu dia dicurigai ngarang, musababnya dia malas makan apel yang dibekalkan buat sekolah. Pas dicek dia nunjuk gigi geraham, yang mana adalah nggak goyang. -_- " Anyways, saya bilang biarkan saja sampai tanggal sendiri itu gigi. Dua hari kemudian anaknya bilang gigi sebelahnya juga goyang. Saya cek, WALAH BENERAN. Jadi nampaknya dua gigi seri depan bagian bawah yang numbuh barengan itu pingin copot barengan juga. So sweet.... Lalu kami sibuk foto-foto dan pamer-pamer si gigi uwil-uwil ke tante-tante dan nenek si monster kecil. Kebetulan semi...

Tumbuhlah Tumbuh!

Image
Perkenalkan ini adalah si kecombrang alias honje. Saya pernah baca nama Inggrisnya tapi lupa apa. Nanti lah cari di google sendiri yah. Saya beli bibitnya di Mas Budi, salah satu pedagang di Pasar Organik Jogja (POJOG) di Milas Restoran Vegetarian . Bentuknya waktu dibeli masih kecil berdaun tiga, seharga 15 ribu. Tiap tumbuh daun baru si Momo dan saya senang betul. Huehehe. Kini setelah dua bulan dia sudah tinggi dan mulai bertunas. Saya nggak sabar menunggu dia rimbun lalu berbunga. Nanti bunganya bisa dipakai untuk bikin nasi goreng honje teri, atau bikin sambal matah. Saya yakin banyak olahan lain berbahan kecombrang, nanti lah saya cari di google. *HIDUP GOOGLE* Saya masih ingin beli tanaman murbei, tapi murbei seperti kersen, sering rontok daunnya. Jenis tanaman yang mengharuskan rajin menyapu kurang cocok dengan kepribadian saya yang malas. Ahay. Saya juga ingin tanam bunga telang, tapi itu merambat dan harus diperhatikan betul jangan sampai menggila rambatannya. Ah, ...

Selamat Pagi 2017

Image
Hari ketiga 2017. Tahun lalu pada bulan Agustus saya kehilangan salah satu harta dunia. Ratu Alam Semesta, ibu saya, berpulang. Rasanya? Kosong. Ada lubang di dada yang rasanya perih kadang-kadang, terutama kalau saya mengalami sesuatu lalu ingin berbagi dengan Ibu, lalu ingat kalau beliau sudah tidak bisa ditelpon atau diwhatsapp lagi. Tapi hidup terus berjalan ya. Masih ada ini itu anu yang ingin dilakukan, ingin dicapai, ingin dibagi. Dan goal utama tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jangan sampai menyesal. Jangan sampai menyesal. Lebih baik lagi. Lebih baik lagi. Karena jadi orang baik tanpa penyesalan itu gampang-gampang susah.

Rumah Nomor 52

Image
Rumah nomer 52 adalah rumah pertama yang benar-benar menarik perhatian saya di jalur pagi saya menuju basecamp. Di halaman rumah itu, setiap pagi, ada 7 ekor ayam kate jantan dan 2 ekor ayam kate betina. Hitungan ini mungkin meleset karena saya menghitung mereka sambil berjalan melintas dan jalan saya cukup cepat. Rasanya akan sangat aneh kalau saya sampai berhenti hanya untuk menghitung jumlah ayam kate yang berkeliaran di halaman rumah itu. Selain karena biasanya selalu ada orang di halaman setiap pagi. Sepertinya pembantu rumah, atau bisa jadi ibu pemilik rumah itu sendiri, sedang menyiram tanaman atau menyapu halaman. Ayam kate adalah binatang yang lucu. Semakin kate semakin lucu bentuknya. Apalagi ayam jagonya. Mereka sepertinya tidak sadar kalau ukuran mereka itu mini. Gaya jalannya tetap pongah seperti umumnya ayam jago, tapi ukurannya chibi-chibi. Pun ayam kate nampaknya punya kecenderungan untuk membulat. Semakin bulat dan pongah semakin gemas pingin menempeleng ayam jago ka...

Berangkat!

Image
Karena tempat saya bekerja sejatinya kurang pas disebut kantor, maka saya menyebutnya basecamp. Sebab kalau disebut markas juga kurang pas. Malahan mungkin lebih cocok disebut sarang.  Letak basecamp ini dekat dari rumah. Saya tidak tahu persisnya, tapi aman kalau disebutkan masih dalam kisaran 2 km. Naik sepeda membutuhkan waktu 5-10 menit tergantung kekuatan genjot. Jalan kaki membutuhkan waktu antara 20-30 menit tergantung kecepatan jalan dan berapa kali mampir. Biasanya saya mampir beli makanan. Sebab si monster kelinci kecil sudah mulai masuk playgroup setiap pagi, sepeda saya dipakai untuk transportasi anak dan bapak kelinci setiap hari kerja. Walhasil saya memang harus jalan kaki. Biasanya kami keluar dari rumah hampir bersamaan di pagi harinya. Kelinci-kelinci ke arah Timur, saya ke arah Barat.  Yogyakarta jam 8 pagi di beberapa pekan ini sangatlah hangat. Perubahan suhunya bisa lumayan drastis dalam kurun waktu beberapa menit saja. Pernah saya keluar rumah ja...

Kerja!

Image
Sudah satu setengah bulan ini saya kembali bekerja di luar rumah dengan jam kerja kantoran pada umumnya. Berangkat jam delapan kurang setiap pagi, dan sampai di rumah lagi sekitar jam lima setiap sore. Tempat saya bekerja sebetulnya rumah seorang mahasiswi asing yang sedang mengadakan penelitian di Indonesia. Ia membentuk sebuah tim kecil untuk membantu mengolah data mentah bagi Universitas tempatnya bekerja. Untuk mempermudah koordinasi dan juga kepraktisan, rumah kontrakannya dijadikan kantor sementara untuk satu semester proyek data tersebut berlangsung. Tim kecil kami berisi sembilan orang. Empat editor dan lima pengolah data. Sebetulnya ini adalah pengalaman pertama saya bekerja dengan tumpukan data yang harus disortir dan dikode. Mengalihbahasakan dan mengedit bahan mentah sudah cukup sering saya lakukan. Data input juga pernah saya pegang. Tapi proses pengkodean data adalah barang baru buat saya. Nampaknya sederhana tapi prosesnya berlapis dan lumayan rumit. Pertama dat...

NaNoWriMo 2014

Image
So I am going to talk about the fear for the first hundred words I am going to submit to this year's NaNoWriMo . I have to be realistic and rebelling is one of the realistic way to achieve my goal this year. My goal this year is to actually start writing again. I hadn't written properly for ages. I honestly cannot remember when was the last time I actually sit down to write what I have in mind and actually finish the writing. Hmm ... although as I typed the above sentence I realize, it will never be finished. Writing, I mean. Any subject can always be written and re-written numerous times using different approaches. Oh, yes. I was going to write about the fear. I fear of feeling. I fear the feeling of discomfort. While writing used to provide me with release and relieve from discomfort, it is giving me a sensation of unease nowadays to actually write down and finished describing the idea I have in mind. Have I gone lazy or have I gone crazy? Most probably the fi...

Pendatang Kesepian

Image
Saya juga pendatang. Dan tiga bulan pertama saya di Jogja rasanya juga kadang sumpek. Karena saat itu saya belum punya teman di luar kantor. Dan saya jenis orang yang biasanya memisahkan antara teman tempat kerja dan teman di luar tempat kerja. Nah, pada saat saya sedang bosan dulu itu, ditambah capek ditambah bokek, biasanya saya menelpon teman saya yang ada di Bandung dan berkeluh kesah. Bertelepon lama dan ngobrolin hal-hal yang nggak jelas dan kadang gak nyambung dari satu bahasan ke bahasan lain. Tapi itu dulu. Setelah punya teman di luar kerja, saya merasa baik-baik saja. Kalau bosan di rumah ya saya main atau ngobrol dengan teman. Kalau bosan di tempat kerja atau males keluar ya saya di rumah saja. Tuh, udah ada yang ngasih tahu, mendingan piknik aja. Saya juga pendatang. Saya sering merasa dan juga mendengar keluhan betapa makanan yang ada di Jogja nggak enak. Bumbunya cenderung terlalu manis. Sayuran dimasak sampai hancur dan hilang nilai gizinya (a.k.a. gudeg). Mungki...

Monster Playgroup (pt. 2)

Image
"Jemput ya, mbak?" Kemudian saya mengalami "percakapan orang tua yang menunggu anak pulang dari sekolah" perdana. Ibu yang menyapa saya usianya cukup paruh baya. Beliau lantas menumpahkan curahan hati mengenai tugasnya menjemput cucu. Yang sekelas dengan monster adalah cucunya nomer dua. Tahun sebelumnya cucunya yang lebih besar, kakak anak itu, juga ikut PG yang sama. Tahun ini si kakak sudah masuk TK di Pugeran, begitu ceritanya. Yang mengantar jemput kedua anak itu adalah kakek dan neneknya karena kedua orangtua si anak bekerja. Si ibu setengah mengeluh karena menurutnya anak perempuannya cuma tahu bekerja, pulang bekerja anak-anaknya sudah mandi dan diberi makan. Pekerjaan rumah juga ibunya yang mengerjakan. Si ibu berkata, "Ya capek juga. Kalau anak-anak tidur baru saya bisa mengerjakan pekerjaan rumah." I feel you, madam . Sambil mendengarkan curahan hati beliau saya berpikir, yeah I wish I can take office jobs too. But then who would take car...

Monster Playgroup (Pt. 1)

Image
Monster saya mulai ikut playgroup hari Senin kemarin. Saya sempat patah hati dengan playgroup ini. Waktu monster Momo umur setahun lebih sedikit, saya datang untuk mendaftarkan dia ke playgroup ini dengan harapan tahun berikutnya, ketika dia berumur dua tahun, dia bisa mulai bersosialisasi dengan teman seumur. Tapi saya dapat informasi kalau umur dua tahun terlalu muda untuk bisa mulai "sekolah". Saya disarankan meninggalkan nama dan nomer telpon di buku tamu mereka supaya bisa dikabari kalau ada pendaftaran masuk dan informasi sejenis. So I did just that, I left my contact on their guest book and was ready to come again and sign my kid up when she turns three. Di media sosial, beberapa teman yang anaknya sepantaran (tapi setahun atau lebih tua dari momonster) dan "sekolah" di kelompok bermain ini sering memposting informasi kegiatan. Bulan Juni 2014 lalu adalah akhir tahun ajaran di playgroup ini, diadakan acara open house sekaligus pertunjukan tahunan yang dii...

Misteri Liburan (pt. 3) Komplikasi Lanjutan dari Beranak

Image
Setelah beranak jadi harus benar-benar dipertimbangkan antara keinginan pribadi untuk lari-lari bebas tak berbeha di padang rumput luas dengan keinginan untuk tidur seharian di hammock...*eh* Ehm. Maksudnya, harus juga mempertimbangkan sisi memori si anaknya. Akibat nonton film MammaMia, sungguh rasanya ingin berbagi kenangan indah sama si monster. Karena kenangan yang indah masa kecil itu ... indah. *egimanasih* Selama ini bukan jarang si monster dibawa jalan-jalan. Selain dari terbang ke pulau seberang, biasanya perginya nggak terlalu jauh. Ke taman bermain, ke kebun binatang, kemping ke kabupaten tetangga, kemping ke kota sebelah. Tapi realistis aja, karena masih bayik, memorinya pasti nggak terlalu jelas. Makanya saya rada terobsesi dengan menyimpan potongan karcis, membuat banyak sekali foto, yang akan dilihat-lihat bersama si monster sambil bercerita kembali apa yang sudah kami lakukan waktu pergi itu. Misalnya foto ini. Ini adalah pertama kalinya Chloe dibawa ke pantai...

Misteri Liburan (pt. 2): Tambahan Bagasi sebagai Komplikasi dari Beranak.

Image
Saya berusaha mengingat kapan saya liburan sendirian. Tadi jadi sibuk bongkar-bongkar album foto di Facebook. Jadi orang yang suka mengunggah foto ke Facebook itu ada gunanya, karena entah disimpan di hard disk drive sebelah mana berkas asli fotonya. Kemungkinan sudah lenyap bersama meninggalnya Meg . Liburan ramean yang cukup berkesan adalah pada pergantian tahun 2008-2009. Janjian berlima buat pergi ke Pelabuhan Ratu. Seru juga itu. Hey Beeert... Kemudian liburan sendirian yang terakhir ya waktu ke Bali 2009 itu. Antara "I'm freeee!" dan nggak juga karena sendirian jadi harus lebih waspada. Misalnya dapat terlihat di foto itu, hasrat abok terganjal kesadaran untuk tetap waras. Hahaha... *pret* Tapi sekarang liburan nggak bisa sendirian... sejak ketambahan monster Momo. Komplikasi pertama adalah, biaya liburan harus ditambah buat tiket si monster kecil. Chloe sudah sulit dipangku sejak 18 bulan karena dia besar dan aktif. Dan liburan itu biarpun bujetnya me...

Misteri Liburan (Part 1)

Image
Kayaknya definisi liburan harus ditentukan dari awal nih, karena liburan adalah harapan. Liburan itu mungkin, sepertinya, adalah jeda dari rutinitas sehari-hari. Kalau istilah Jawanya mungkin semacam "leren sik" yang setingkat lebih tinggi dan lebih lama dari sekedar meluruskan punggung alias "ngeluk boyok." Dalam kasus saya, si operator mesin cuci dan penerjemah/penulis kelabakan, liburan bisa cuma sehari tidak melakukan rutinitas domestik dan rutinitas permaculan sekaligus. Namun ini tentunya hanyalah ilusi. Karena kalau tidak melakukan satu, biasanya tetap melakukan yang lainnya. Entah kenapa, setiap kali ada jadwal mengunjungi Yang Mulia Ratu Alam Semesta, mendadak pekerjaan menumpuk untuk diselesaikan, atau malah tidak selesai sehingga waktu untuk jauh dari pekerjaan domestik di rumah sendiri pun tetap dipenuhi dengan pekerjaan macul di rumah nyokap. Kemungkinan besar karena kemampuan pengaturan jadwal diri sendiri cukup buruk. Jadi, buat saya, liburan a...

Menabrak Pagar

Headline berita yang beredar di media sosial Minggu pagi kemarin membuat saya tertarik untuk menelusur dan membaca lebih seksama. Rupanya dini hari Minggu di jalan tol Jagorawi terjadi sebuah kecelakaan mobil yang memakan korban jiwa hingga 6 orang dan 9 orang luka-luka. Peristiwa itu dimulai dari mobil sedan yang melaju kencang yang lalu menabrak pembatas jalan, terbang ke jalur lainnya yang sejajar dan berlawanan arah, lalu menghajar dua mobil di jalur tersebut. Yang membuat berita itu istimewa dibandingkan ratusan berita kecelakaan lain adalah bahwa anak Ahmad Dhani terlibat di dalamnya. Pikir saya, waduh mabok lagi nih anak seleb. Ahmad Dhani sang bintang rock punya 3 orang anak lelaki dari pernikahan pertamanya. Si sulung lahir tahun 1997, berarti tahun ini anak itu berusia 16 tahun, yang tengah berumur 14 tahun dan yang bungsu 13 tahun. Saya pikir yang disebut terlibat kecelakaan adalah si sulung, karena dua tahun lalu si sulung ketahuan merokok dan minum bir saat berada di rum...

Kunjungi Kalimantan 2013 (part 2)

Image
Penerbangan dengan Express Air sebetulnya cukup menyenangkan. Servis kru darat di bandara Adi Sucipto cukup sigap. Meskipun mister Bapak yang antri check-in tiket sempat jadi agak capek hati karena lamaaaa… Sekali lagi, dikarenakan sistem penjualan tiket yang belum on-line. Dalam artian yang sesungguhnya. Semuanya tulis tangan. I shit you not. Maaf gambarnya bureng, kamera hape-nya sudah manula, tapi kelihatan kan kalau itu tulisan tangan? Di dalam ruang tunggu, sambil menanti munculnya armada Express Air yang akan mengangkut kami, Chloe jejeritan histeris melihat aneka pesawat udara yang sedang parkir menunggu penumpangnya boarding. Setelah capai jejeritan, Chloe mondar-mandir keluar masuk Periplus, keluar masuk toko baju yang ada di ruang tunggu. Menyapa mbak dan mas pramuniaga toko, juga anak-anak kecil yang juga sedang menunggu jadwal penerbangan mereka dengan keluarganya. Ada satu keluarga dengan dua anak yang ternyata mereka juga hendak ke Pontianak. Chloe saking menga...

Kunjungi Kalimantan 2013 (part 1)

Image
Sebenarnya ada rencana mengunjungi Pontianak di bulan April 2011. Tapi kemudian tidak jadi. Akhirnya November 2012 kami jadi membeli tiket untuk beramai-ramai mengunjungi Pontianak; Yang Mulia Ratu Alam Semestaku Ibu, adik, saya, kelinci besar dan kelinci kecil. Penerbangan langsung dari Yogyakarta dilayani oleh Batavia Air. Rancangan perjalanannya adalah Ibu dan adik saya berangkat ke Jogja dengan kereta, rehat sehari, lalu bersama kami berangkat ke Pontianak. Jadwal keberangkatan kami adalah bulan Februari, tiga hari sebelum Cap Go Meh. Tepat 20 hari sebelum keberangkatan dengan Batavia Air ke Pontianak,  perusahaan penerbangan tersebut dinyatakan pailit dan sore itu juga menyatakan di hadapan khalayak umum dan pers sekalian bahwa mereka akan menghentikan operasionalnya tengah malam itu juga . Terhenyak. Kecewa. Panik. Histeris. Enggak juga sih. Saat itu saya masih merasa kalem-kalem saja. Kalau mau histeris juga percuma. Ketika Mandala Air gulung tikar dua tahun yang...

Chloe dan Facebook

Image
Sejak berusia sekian menit, Chloe sudah menjadi objek foto kami, kedua orangtuanya yang euforia anak pertama. Foto itu langsung diunggah ke media sosial beberapa jam kemudian. Kami melakukannya karena merasa bahwa kebahagiaan ini harus segera dikabarkan ke teman-teman kami.  Karena tertakjub-takjub dan dalam euforia, hampir setiap hari kami mengabadikan Chloe dalam jepretan kamera, rekaman video, rekaman audio. Beberapa diunggah ke media sosial, sekali lagi dengan alasan untuk berbagi berita perkembangan dan pertumbuhan si kelinci kecil dengan teman dan keluarga.  Does anyone else really care? Bagi beberapa teman yang sudah menjadi orangtua juga, euforia membagi tiap detil perkembangan anak pertama ini mungkin akan dipahami. Dan pasti ada yang tak terlalu suka atau terlalu perduli juga. Itu bukan masalah bagi kami. Kami sadar Chloe hanyalah satu dari entah berapa puluh juta anak yang ada di dunia ini. Ia normal saja. Ia istimewa bagi kami, orangtuanya, karena ia ...

The Dying Technology

Image
Meg was dying. I had sensed this since 2011. The cooling fan was not working properly. But still like a soldier she heaved on. And almost impatient at times, I bore with her trudging on slowly in the path of hard toils and labors. Throughout 2012 she endured life without her battery cells. It was horrific. Electricity installation is a bit unstable where we live. I was horrified. In the last six months I had to do a lot more than two hard reset. Meg was dying. But I was on denial. I told myself she only needed disk repair. Which she had two weeks a go. Yesterday she gave up on me. She froze and when I restarted her, she stopped recognizing the HD. J attempted a resuscitation. It seemed working for about an hour, and then she passed out again. I really don't know what to feel. Amagona Vicereine Saralee Amina Avangelia Cantora Paramitha Octinosia ExMachina Gimana a.k.a. Meg in our first encounter in 2008 I need to keep on working, Meg. It's not that I stopped loving...