Posts

Showing posts with the label Traveling

Have Child Will Travel: Nyepi Holiday Adventure (2)

Image
Touch down! Mukanya gak menyiratkan drama mabok enterwind subuh buta Kurang asiknya transportasi di Bali adalah, susah cari angkot. Sudah ada sistem busway yang bernama Trans Sarbagita, dan informasi rute-rutenya bisa dicari online. Berhubung kondisi cranky dan spanneng karena masuk angin dan lelah batin, saya memilih untuk naik Uber dari bandara ke Kuta. Baru kemudian dari Kuta ke Ubud naik shuttle bus. Nggak langsung dari Bandara ke Ubud karena kami mendarat sekira jam 8:30 WITA dan jam check-in ke penginapan adalah jam 2 siang, agak males nungguin lama buat check-in. Selain itu mabuk akibat masuk angin harus diredakan dulu. 'Masir dulu Jadi, kami nongkrong makan dulu, baru kemudian pergi ke kantor Perama Kuta. Kenapa Perama, karena ini adalah juga perjalanan semi nostalgila saya. Atau bisa juga karena saya kudet sih, soalnya tahunya cuma Perama. Hahahak. Sesudah beli tiket untuk perjalanan jam 12, saya dan si monster kecil leyeh-leyeh sebentar, kemudian jalan kaki ...

Have Child Will Travel: Nyepi Holiday Adventure (1)

Image
Bulan Maret 2017 saya dan si monster kecil pergi berdua saja ke Bali dalam rangka memenuhi ambisi saya merasakan Hari Raya Nyepi di Bali, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Si bapak gak ikut karena harus jaga warung dan manyun, dan berangkat sepedahan sendiri ke Bali di bulan Juli. Kunjungan kali ini adalah kedua kalinya buat si monster kecil. Tiga tahun sebelumnya kami sudah pernah membawa dia ke Bali, selama 10 hari kami naik motor bertiga singgah dari satu tempat ke tempat lain dengan rute: Kerobokan, Ubud, Amed via Bedugul, Nusa Lembongan via Sanur, dan berakhir di Jimbaran. Tapi waktu itu dia masih pendek. Sekarang selain besar dengan kakinya panjang menjuntai, dia sudah tak bisa tenang duduk bertiga di atas motor untuk perjalanan jauh. Dulu sih motor baru jalan lima menit dia sudah tidur nyenyak. Sekarang, beuh... Tadinya saya bercita-cita ambil jalan darat dengan naik kereta estafet dari Jogja ke Surabaya, lalu dari Surabaya sampai Banyuwangi,lalu menyeberang selat den...

Misteri Liburan (pt. 3) Komplikasi Lanjutan dari Beranak

Image
Setelah beranak jadi harus benar-benar dipertimbangkan antara keinginan pribadi untuk lari-lari bebas tak berbeha di padang rumput luas dengan keinginan untuk tidur seharian di hammock...*eh* Ehm. Maksudnya, harus juga mempertimbangkan sisi memori si anaknya. Akibat nonton film MammaMia, sungguh rasanya ingin berbagi kenangan indah sama si monster. Karena kenangan yang indah masa kecil itu ... indah. *egimanasih* Selama ini bukan jarang si monster dibawa jalan-jalan. Selain dari terbang ke pulau seberang, biasanya perginya nggak terlalu jauh. Ke taman bermain, ke kebun binatang, kemping ke kabupaten tetangga, kemping ke kota sebelah. Tapi realistis aja, karena masih bayik, memorinya pasti nggak terlalu jelas. Makanya saya rada terobsesi dengan menyimpan potongan karcis, membuat banyak sekali foto, yang akan dilihat-lihat bersama si monster sambil bercerita kembali apa yang sudah kami lakukan waktu pergi itu. Misalnya foto ini. Ini adalah pertama kalinya Chloe dibawa ke pantai...

Misteri Liburan (pt. 2): Tambahan Bagasi sebagai Komplikasi dari Beranak.

Image
Saya berusaha mengingat kapan saya liburan sendirian. Tadi jadi sibuk bongkar-bongkar album foto di Facebook. Jadi orang yang suka mengunggah foto ke Facebook itu ada gunanya, karena entah disimpan di hard disk drive sebelah mana berkas asli fotonya. Kemungkinan sudah lenyap bersama meninggalnya Meg . Liburan ramean yang cukup berkesan adalah pada pergantian tahun 2008-2009. Janjian berlima buat pergi ke Pelabuhan Ratu. Seru juga itu. Hey Beeert... Kemudian liburan sendirian yang terakhir ya waktu ke Bali 2009 itu. Antara "I'm freeee!" dan nggak juga karena sendirian jadi harus lebih waspada. Misalnya dapat terlihat di foto itu, hasrat abok terganjal kesadaran untuk tetap waras. Hahaha... *pret* Tapi sekarang liburan nggak bisa sendirian... sejak ketambahan monster Momo. Komplikasi pertama adalah, biaya liburan harus ditambah buat tiket si monster kecil. Chloe sudah sulit dipangku sejak 18 bulan karena dia besar dan aktif. Dan liburan itu biarpun bujetnya me...

Misteri Liburan (Part 1)

Image
Kayaknya definisi liburan harus ditentukan dari awal nih, karena liburan adalah harapan. Liburan itu mungkin, sepertinya, adalah jeda dari rutinitas sehari-hari. Kalau istilah Jawanya mungkin semacam "leren sik" yang setingkat lebih tinggi dan lebih lama dari sekedar meluruskan punggung alias "ngeluk boyok." Dalam kasus saya, si operator mesin cuci dan penerjemah/penulis kelabakan, liburan bisa cuma sehari tidak melakukan rutinitas domestik dan rutinitas permaculan sekaligus. Namun ini tentunya hanyalah ilusi. Karena kalau tidak melakukan satu, biasanya tetap melakukan yang lainnya. Entah kenapa, setiap kali ada jadwal mengunjungi Yang Mulia Ratu Alam Semesta, mendadak pekerjaan menumpuk untuk diselesaikan, atau malah tidak selesai sehingga waktu untuk jauh dari pekerjaan domestik di rumah sendiri pun tetap dipenuhi dengan pekerjaan macul di rumah nyokap. Kemungkinan besar karena kemampuan pengaturan jadwal diri sendiri cukup buruk. Jadi, buat saya, liburan a...

Kunjungi Kalimantan 2013 (part 2)

Image
Penerbangan dengan Express Air sebetulnya cukup menyenangkan. Servis kru darat di bandara Adi Sucipto cukup sigap. Meskipun mister Bapak yang antri check-in tiket sempat jadi agak capek hati karena lamaaaa… Sekali lagi, dikarenakan sistem penjualan tiket yang belum on-line. Dalam artian yang sesungguhnya. Semuanya tulis tangan. I shit you not. Maaf gambarnya bureng, kamera hape-nya sudah manula, tapi kelihatan kan kalau itu tulisan tangan? Di dalam ruang tunggu, sambil menanti munculnya armada Express Air yang akan mengangkut kami, Chloe jejeritan histeris melihat aneka pesawat udara yang sedang parkir menunggu penumpangnya boarding. Setelah capai jejeritan, Chloe mondar-mandir keluar masuk Periplus, keluar masuk toko baju yang ada di ruang tunggu. Menyapa mbak dan mas pramuniaga toko, juga anak-anak kecil yang juga sedang menunggu jadwal penerbangan mereka dengan keluarganya. Ada satu keluarga dengan dua anak yang ternyata mereka juga hendak ke Pontianak. Chloe saking menga...

Kunjungi Kalimantan 2013 (part 1)

Image
Sebenarnya ada rencana mengunjungi Pontianak di bulan April 2011. Tapi kemudian tidak jadi. Akhirnya November 2012 kami jadi membeli tiket untuk beramai-ramai mengunjungi Pontianak; Yang Mulia Ratu Alam Semestaku Ibu, adik, saya, kelinci besar dan kelinci kecil. Penerbangan langsung dari Yogyakarta dilayani oleh Batavia Air. Rancangan perjalanannya adalah Ibu dan adik saya berangkat ke Jogja dengan kereta, rehat sehari, lalu bersama kami berangkat ke Pontianak. Jadwal keberangkatan kami adalah bulan Februari, tiga hari sebelum Cap Go Meh. Tepat 20 hari sebelum keberangkatan dengan Batavia Air ke Pontianak,  perusahaan penerbangan tersebut dinyatakan pailit dan sore itu juga menyatakan di hadapan khalayak umum dan pers sekalian bahwa mereka akan menghentikan operasionalnya tengah malam itu juga . Terhenyak. Kecewa. Panik. Histeris. Enggak juga sih. Saat itu saya masih merasa kalem-kalem saja. Kalau mau histeris juga percuma. Ketika Mandala Air gulung tikar dua tahun yang...

Main ke Desa

Image
I went to places because of my friends. Salah satu kesempatan lari dari kenyataan adalah ketika Lioni datang berkunjung ke Jogja untuk mengurusi masalah pemindahan markas besar. Dia bilang mau menginap di Yabbiekayu . Ini adalah bungalow milik kenalan kami, letaknya di Desa Tembi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kunjungan sebelumnya Lioni sudah pernah menginap di Yabbiekayu dan dia suka sekali. Mumpung harganya masih harga perkenalan, maka di kedatangannya yang kemarin itu dia menginap lagi di sana. Saya boleh nebeng. Hore. Maka siang itu saya mengepak keperluan Chloe dan PR saya yang belum selesai dalam satu tas lalu kami bertaksi ria pergi ke Tembi. Yabbiekayu Bungalow Satunggal Bulan November 2012 sudah ada dua bungalow yang berdiri. Kami menginap di bungalow Satunggal, bungalow yang memang pertama kali selesai dibangun. Bangunannya terbuat dari struktur kayu limasan (yang artinya berdiri tanpa paku besi satu pun, tiap kayu dihubungkan dengan sistem kait...

Turis Malas Pakai Baju

Image
Turis malas yang kere dan sok minimalisme biasanya membawa baju cuma sedikit. Kalau bertanya pada tuhan Google, pasti akan ditunjukkan beberapa diskusi tentang seberapa banyak baju yang harus dibawa dan bahan apa saja sebaiknya. Di salah satu diskusi semacam itu saya pernah membaca orang yang hanya membawa dua pasang baju, yang salah satunya dia pakai. Baju itu dia cuci bergantian. Nggak kebayang? Nggak apa-apa. Karena ada  yang lebih nggak kebayang lagi: seorang pelancong kere mengaku untuk perjalanan berbulan-bulan dia cuma bawa baju satu, kering di badan, secara harafiah. Jadi pagi-pagi dia mandi, bersabun, sambil tetap memakai baju. Mari bersorak hiphiphurah! Pack light, wear loincloth! Like Conan! Bepergian di wilayah Asia Tenggara buat orang Indonesia sangat menguntungkan karena seekstrim apa pun, yang dihadapi hanyalah hujan air, panas dan kelembaban.  Kita sudah terbiasa dengan ketiga hal itu sekaligus berbagai konsekuensinya (nyamuk, serangga, banjir, la la la). Per...

Turis Malas Ganti Trend Ganti Beha

Image
Karena capek dan ngantuk gladi bersih packing sekali lagi ditunda, tapi sebagai gantinya saya mau kasih tunjuk inspirasi bepergian dengan ringan. Setelah gaya berlibur dengan menggunakan ransel jadi trend, yang disusul dengan ngetrennya gaya berlibur sok kere internasional, maka trend yang muncul berikutnya adalah bepergian atau berlibur sejauh dan selama mungkin dengan barang bawaan sesedikit mungkin. Trend ini disebut minimalisme. Konsep minimalisme ini menarik, terutama buat petualang sok kere global yang memanggul tas ransel di punggung ke mana-mana. Bepergian keliling 35 negara dalam waktu satu tahun, "rumah" digendong di punggung seperti keong, dengan ukuran keril antara 50 liter sampai 100, tentunya membuat encok. Keuntungan bepergian hanya dengan membawa tas yang kecil selain mengurangi encok, akan sangat terasa kalau harus bepergian ke luar negeri. Pelancong yang keluar atau masuk Eropa, Amerika dan Australia harus mengantri panjang untuk digeledah barang-barangny...

Turis Malas

Image
Jaman dulu, kalau dibilang liburan maka yang kepikir di kepala adalah hotel yang adem dan ada kolam renangnya. Pergi ke Jakarta, Malang, Tretes, Bali, dll, agendanya adalah menikmati kamar hotel yang adem dan berTV kabel, bath tub (yay), dan kolam renang. Selain dari menikmati fasilitas kamar hotel itu, agenda lain tentunya adalah jalan-jalan belanja mencari oleh-oleh. Ini dulu. Lama-lama rasanya malah aneh, pergi jauh dari rumah untuk melakukan hal-hal yang bisa dilakukan di rumah (atau minimal tanpa harus pergi ke luar kota). Mulailah pergi keluar dari hotel, melihat atraksi ini itu, jalan-jalan seharian. Setelah terjadi perubahan kegiatan, rasanya jadi boros bayar hotel segitu mahal untuk dapet fasilitas AC, TV Kabel, dan Kulem Renang yang kemudian gak terpake. Mulailah memilih hotel yang murah, masih nyaman tapi AC adalah Angin Cendela, TV gak harus kabel, kolam gak harus renang. Apalagi kalau saya pergi sendirian dan tidak bersama ibunda sang Mulia Ratu Alam Semesta se...

Romantika Alam Terbuka

Image
Setengah tujuh pagi, langit cerah sudah terang oleh matahari. Pemandangan di laguna indah sekali, dan bertambah indah ketika matahari makin meninggi dan air laguna yang jernih dan biru mengundang untuk berenang seharian. Saya bukannya tidak mau berenang. Saya tidak mau repot dengan urusan perban dan pendarahan. Saya dan Prinscarming memanaskan sekaleng kacang saus tomat untuk dimakan dengan roti. Kami juga minum kopi. Saya lihat ikan di panggangan tinggal tulang. Lho? Bukannya semalam hujan? Saya pikir ikan-ikan itu sudah sia-sia basah. Prinscarming menjelaskan ternyata peserta kemping yang sudah tidur waktu kami sibuk bakar ikan itu terbangun setelah hujan pertama reda sekitar jam setengah satu. Ikannya masih bisa dimakan tentu saja, karena sudah matang. Jadi mereka makan ikan sambil jongkok-jongkok dekat bara yang ternyata tidak mati tersiram hujan (karena ketutupan ikan). Kemudian hujan turun lagi, sehingga mereka masuk lagi ke tenda. Waktu hujan reda lagi sektiar 40 menit kemu...

Bulan Harusnya Tak Datang ke Laguna

Image
Tidak ada yang menyedot optimisme secara efektif dibandingkan vampir. Bukan, ini bukan resensi film Eclipse. Itu saya tulis nanti saja. Ini masih tentang liburan penuh petualangan kami di Laguna Segara Anakan di bagian Selatan sebuah pulau kecil bernama Sempu, di Malang, Jawa Timur. Sebetulnya bukan vampir sih yang menyedot optimisme saya. Pelakunya adalah siklus biologis pada wanita yang bernama menstruasi. Tanda-tandanya sudah terasa semenjak seminggu sebelum saya berkemas hendak pergi ke Malang, tapi tentu saja dengan optimis saya berpikir, ah, semoga terjadinya sesudah perjalanan. Saya sudah wanti-wanti pada Prinscarming, seandainya menstruasi terjadi sesampai di Malang, saya akan membatalkan ikut ke pulau Sempu sama sekali karena sudah bisa dijamin kondisi akan teramat sangat tidak nyaman. Di dekat Laguna tidak ada sumber air tawar yang dapat dengan mudah digunakan untuk berbilas. Berbilas dengan air laut sepertinya bukan pilihan yang ideal. Mood saya yang tadinya cukup ...

Laut Lumpur dan Hujan Bintang

Image
Saya sudah pernah bilang ini tapi akan saya bilang lagi: si manyun berubah menjadi prinscarming yang memukau di alam terbuka. Super seksi! Dia membawakan tenda kami yang berat itu, dan juga memanggul sebagian besar benda kebutuhan kami berdua di dalam ranselnya. Ransel saya jauh lebih ringan dibandingkan ransel yang dia bawa. Dalam keadaan seperti itu dia sebetulnya pun bisa tetap berjalan lebih cepat daripada saya, tapi dia memilih untuk mengambil posisi sweeper , berjalan di belakang sebagai penutup barisan (yang ternyata sudah sering dia lakukan semenjak setidaknya dua dekade yang lalu. Ha. Memang dia sudah setua itu :D ihihi... :-* mwah) Saya mencemaskan dia. Jadi saya pun, yang pada dasarnya lambat, semakin lambat menyesuaikan kecepatan. Selain itu di barisan belakang ada Lala yang kepayahan berjalan melintas lumpur licin dan lubang-lubang jebakan selutut dalamnya yang dilengkapi dengan batu karang pemecah kuku kaki atau duri tajam di dasarnya. I exaggerate this not. ...