About Me

So, basically this blog was started by envy. Kulam Ikan Tetangga (the neighbor's fish pond) is a variation to the saying that goes "the neighbor's Grass is always greener". The Neighbor's Fish Pond will always have fatter and more fish (than your own fishpond). And so it is.

012

2 comments
Dan MamaGajah sekarang memiliki 3 ekor anak.

Setelah keliling petshop mencari kandang yang murah meriah bahagia, gue malah beli kontener plastik yang 45 ribu dapet tiga di Hypermart, ngebolongin tutupnya dan menjemput ketiga pengerat kecil yang bulet itu.

Tadinya gue cuma pengen punya satu ekor aja. Lucu gitu ditaruh di atas meja di sebelah komputer gue. Buat sasaran aniaya kalo gue lagi distrek. Tapi terus..

"Masih minat sama hemsternya? Lu beli dua gua kasih tiga deh. Soalnya kata kakak gue, kalo kelamaan ntar dikasih makan ke ular."

ARGH!
Jadilah gue beli tiga-tiganya. Mending mereka mati gue aniaya daripada ditelen bulet-bulet sama uler. (loh?)

Sepanjang perjalanan pulang dari ngejemput mereka, gue berusaha memikirkan nama yang menarik.

Buntal-Buntil-Bantal

...nggak asik!

Bulat?

...yang dua lagi apa?

Kutil-Kutal-Ku..tu?

...haiyah..

Baso ikan Gengis Khan?

...yang dua lagi?

Lima jam kemudian, nama yang dikasih ke mereka adalah, Potsy, Min, dan Mad Dog. Tigatiganya jantan, saudara-saudara! Kenapa nggak ada yang dikasi nama Josh? Soalnya nggak cocok imagenya sih...

Ketiga buntelan bulu pemalas korban aniaya mamagajah ini adalah jenis Chinese Spot. Lebih kecil dari Senorita (almh) dan Justin (MIA), dua ekor hemster hadiah dari Sari yang jenis Golden Syrian. Chinese spot ini bulunya lebih lembut, lebih nggak lincah memang, dan lebih nggak ramah. Lama banget ngebiasain mereka sama tangan gue. Jari gue udah cecel digigitin sama mereka, dan nggak tau masih berapa lama lagi sebelum mereka mau menerima tangan gue apa adanya.

Banyak yang menista, kenapa gue piara hemster, kaya anak kecil aja. Heh, ingin hati memiara anjing segede anak sapi, tapi nggak ada tempat dan duitnya. Piara kucing udah pernah nyoba dan dihujat satu kosan. Hemster itu hemat tempat, hemat biaya, jangka hidupnya pendek, dan cukup bersih. Resiko kena flu burung, pes, kutu dan Toxo lebih kecil. Punya hemster jauh lebih praktis dibanding piara ikan, dan jauh lebih manis dan bisa diajak interaksi dibandingin kura-kura. Yang jelas buat gue jauh lebih menyenangkan dan masuk akal daripada miara ular. Hiiy...

Pendeknya, hemster cukup ideal buat yang pingin punya piaraan praktis dan meriah. Gue nggak perduli piara hemster udah nggak ngetren lagi, orang gue piara buat nemenin gue dan menjadi sasaran aniaya. Moga-moga awet sampe tutup masanya.

Nah... kini ingin hemster tlah tercapai tinggal beberapa lagi:
1. kepingin piara satu pot Gerbera,
2. Kepingin piara beberapa pot kaktus mini,
3. Kepingin piara sepasang parkit, dan
4. kepingin piara seorang pacar.

2 comments :

G4reeLa said...

Piara pacar kayaknya asik tuh.
Kenapa piara ikan lebih ga praktis timbang piara hemster? Ikan ganti air tiap beberapa hari/seminggu sekali, hemster juga harus ganti bedding dalam jangka waktu yang sama. Ikan dikasih makan sehari 2 kali, kalo hemster gw ga tau. Ikan ga usah diajak main dan bisa ditinggal2 tanpa jadi depresi, hemster harus diajak main dan ga boleh sering2 ditinggal biar ga depresi. Bisa miara cuma 1 ikan dalam 1 aquarium, kalo cuma miara 1 hemster kan kasiaan... Jadi, gw ga setuju kalo miara hemster tuh lebih praktis daripada miara ikan. Cih!

Twelve Red Monkeys said...

bouw... hemster dikasi makan satu kali dalam sehari. Dipiara sendirian dia baik2 aja soalnya dia emang binatang penyendiri. Dia keseringan diajak main malah jadi setres. Tapi dia butuh olahraga sih, sekitar 40-60mnt sehari... dikasih kincir... udah dia sibuk sendiri...
PRAKTIS KOK.. cih!