About M (Bilingual in Bahasa Indonesia and English)

Mengenai Blog Ini (scroll down for the English version)

Kulam Ikan Tetangga dibuat di akhir tahun 2004 karena keterbatasan kosateknologi. Kalau saya canggih, mungkin saya sudah membuat blog semenjak saya mengenal internet tahun 1997. Tujuan dibuatnya tidak terlalu jelas, sepertinya saya saat itu mulai membuat jurnal daring ini antara lain karena tekanan kelompok, orang-orang di sekeliling saya sedang keranjingan membuat jurnal online atau situs pribadi berisi informasi. Penggunaan bahasanya tidak konsisten karena tergantung bagaimana nuansa perasaan saya saat menulis jurnal. Isinya tidak beragam karena ternyata saya sungguh tidak sekreatif anggapan orang. Bahkan tata letak dan elemen visual untuk jurnal online ini saja saya memakai desain semulajadi gratisan yang bisa ditemukan di jejaring internet.

Jadi, blog ini dimulai dengan rasa sirik. Karena itulah saya memakai nama Kulam Ikan Tetangga, sebagai variasi dari pepatah Rumput Tetangga yang berbunyi bahwa Rumput Tetangga selalu lebih hijau dari Rumput Sendiri, maka Kulam Ikan Tetangga selalu lebih banyak dan lebih gemuk ikannya (dari Kulam Ikan Sendiri). Demikianlah.

Besar, Gan!

Sekitar tahun 2006 saya mulai merasa bahwa jurnal ini harus dikelola dengan semangat yang lebih bagus, lebih matang, karena waktu 3 tahun berjurnal-ria bukanlah waktu yang sebentar. Maka saya berusaha memisahkan yang mana yang mewakili suara saya pribadi dan mana yang cenderung fiksi dan menjadi semacam alter-ego saya; batas antara Kulam Ikan Tetangga dan The Drowning Freyja menjadi semakin jelas. Tetapi nyatanya kemudian saya kurang konsisten mengisi The Drowning Freyja. Freyja saya ciptakan berusia 25 ketika saya sendiri berusia 16 tahun. Kini saya sudah jauh melampaui usia Freyja, mungkin ini salah satu alasannya.

Mengenai Saya

Saya tidak suka film thriller dan horor, karena tujuan saya nonton film adalah mencari hiburan, ditakut-takuti sampai terkencing-kencing di celana dan susah tidur jelas tidak membuat saya terhibur. Kadang-kadang kalau sedang nafsu, saya nonton film romantis juga, atau yang menye-menye. Yaah, setahun dua kali lah, atau sekali tiap dua tahun juga boleh. Tapi anehnya, saya suka film gore yang bacok-bacok sampai berdarah-darah dan muncrat-muncrat. Cuma, ya itu tadi, bacok gak apa-apa asalkan bukan thriller.

Musik yang sering saya dengarkan adalah musik yang sesuai mood. Kalau daftar musik dalam iTunes saya diintip isinya semacam: Feist, Rufus Wainwright, Radiohead, Nitin Sawhney, Jay Jay Johanson, Coldplay, Lauryn Hill, Beyonce, dan Raghu Dixit. Sekarang biasanya saya mencuri musik dari iTunes pacar, yang telinganya memiliki selera lebih mutakhir ketimbang saya. Uhuy!

Saya suka membaca, tapi sudah beberapa tahun belakangan ini kehilangan kemampuan membaca yang baik dan benar. Kalau dulu satu hari saya bisa menyelesaikan satu buku, sekarang saya butuh berminggu-minggu. Saya akhir-akhir ini membaca untuk menghibur diri, jadi yang saya baca biasanya yang sederhana, tidak terlalu rumit, yang bisa membuat saya tertawa. Penulis yang saya gemari karyanya antara lain kelompok CLAMP, YB Mangunwijaya, Terry Pratchett, Jonathan Stroud, Neil Gaiman, Sapardi Joko Darmono, Tite Kubo, Yoko Matsumoto, Suzue Miuchi dan Remy Sylado. Deretan nama ini bukan harga mati, suatu hari pasti akan berubah lagi.

Saya adalah seorang penulis. Yang malas.
Saya bisa menulis lancar dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan English. Saya juga dapat berbincang cukup lancar dalam dua bahasa itu, menerjemahkan saling-silang. Kalau saya sedang tidak malas.


About this Blog

Kulam Ikan Tetangga was established at the end of the year 2004 due to the lack of technology proficiency. If I were tech-literate enough I would've started my own blog since my first introduction to the internet in 1997. Why I made this blog is not really clear, I think it might've been peer pressure, because making blogs or personal information website was starting to pick up as a trend. The language I use for the blog was and is still inconsistent because it largely depends on my mood. The content is not variable since I'm not as creative as what people think, even the layout and visual elements uses free instant templates found on the internet.

So, basically this blog was started by envy.  Kulam Ikan Tetangga (the neighbor's fish pond) is a variation to the saying that goes "the neighbor's Grass is always greener". The Neighbor's Fish Pond will always have fatter and more fish (than your own fishpond). And so it is.

Around 2006 I began to think this blog must be maintained with a better, more matured spirit. Because three years of webblogging is not a short span of time. I started to separate which posts are me and which are my fictional alter-ego speaking; the line between Kulam Ikan Tetangga and The Drowning Freyja became more defined. Unfortunately, I can't maintain The Drowning Freyja as I should have. I created the 25 years old Freyja when I was 16. That I am far much older now may contribute to the absence of entries :(

About Me

I don't like horror-thriller movies, I watch film for entertainment and being terrorized and scared off my pants is not my idea of entertainment. I can handle drama/tearjerker films but not too often. Perhaps like once every other year is ok with me. Oddly enough, I don't have problems with gory films, as long as it's not thriller.

I listen to whatever suites my mood. To name some of the musicians or musical groups I listen to: Feist, Rufus Wainwright, Radiohead, Nitin Sawhney, Jay Jay Johanson, Coldplay, Lauryn Hill, Beyonce, and Raghu Dixit. Nowadays I rip music from my boyfriend's collection. He has the better ears and taste. Heheh.


I love reading, but somehow loose my reading ability lately. It now takes me weeks to finish a single book. I also love comic/manga and its derivative. Some of my favorite writers/authors are CLAMP, YB Mangunwijaya, Terry Pratchett, Jonathan Stroud, Neil Gaiman, Sapardi Joko Darmono, Tite Kubo, Yoko Matsumoto, Suzue Miuchi and Remy Sylado.

I am a writer. A moody and lazy one.
I am able to fluently write in two languages, Bahasa Indonesia and English.
I can also fluently converse in these two languages, translate and interpret vice-versa. When I'm not lazy.

Popular posts from this blog

Durga Doesn't Have Laundry Problems, and We Shouldn't Either!

Two Thousand Seven All Over Again

Gamang Pascaliburan